.jpg)
Menu Mbg Anggrek muara Beliti Baru, kec muara Beliti ,Musi Rawas
Musi Rawas, perjuangankita.com - jawaban menohok dari petugas pengantar Makanan bergizi gratis (MBG) Saat mengantarkan kesekolahan, membuat salah seorang siswa tercengang.
Alih-alih memberikan Kritik dan saran mewakili siswa di sekolahnya, justru salah satu siswa mendapat jawaban yang tidak pantas di katakan oleh oknum petugas SPPG Anggrek.
Hingga akhirnya, siswa tersebut memposting kritikannya di media sosial dan viral, dalam postingannya satu siswa SMK Negeri Beliti yang mengkritisi menu makanan yang disajikan tidak enak, dengan penjelasan bahwa makanan hanya ada tahu,tempe, telur, jeruk dan kerupuk makroni.
Saat di Konfirmasi, siswa tersebut menuturkan jika jawaban tidak etis tersebut terjadi saat dirinya menyampaikan kritik langsung terhadap petugas yang mengantarkan makanan MBG ke sekolah.
" Mewakili teman teman sekolah bahwa makanan banyak tidak kami makan, kami hanya ambil jeruknya saja,"ujarnya.
Namun bukanya mendapat respon baik atas kritik siswa tersebut, salah satu oknum pegawai SPPG Anggrek Mengatakan kata-kata yang tidak pantas kepada siswa dengan mengatakan 'mau dimakan atau tidak yang penting gaji kami dibayar dan keuntungan kami (Dapur SPPG) tetap enam juta perhari.
" Mau dimakan atau tidak yang penting gaji kami dibayar dan keuntungan kami tetap enam juta perhari,"ucap siswa Meniru ucapan pegawai SPPG.
Perwakilan siswa pun meminta agar identitasnya di sembunyikan, karena merasa takut akan adanya intimidasi dari pihak SPPG atau pihak terkait
"Tolong kak yah nama kami jangan di sebutkan, sebab kami cerita ini yang sebenarnya," imbuh siswa saat di konfirmasi.
Siswa pun mengatakan jika menu pada makanan yang disajikan pihak SPPG diduga tidak sampai seharga 10.000,. Bahkan untuk Susu Kotak yang biasa di berikan sudah dua Minggu terakhir tidak ada dalam sajian menu yang diberikan kepada siswa
"Kami duga kak, belanja itu tidak sampai sepuluh ribu kak. Kak biso tenggok di dalam ompreng nya serta selama dua Minggu ini kami tidak mendapatkan susu kotak ,"pungkas siswa.
Terpisah dengan M.FA saat di mintai keterangan melalui pesan WhatsApp dengan no 0853 -6654- XXXX tidak dibalas, saat di telpon sampai mati hp tidak dijawab, kami dari redaksi membuka ruang untuk hak jawab atas pemberitaan tersebut. (Rn)