-->

Iklan

Puluhan Massa Mengeruduk Kantor Depo Partamina Menyoroti Dugaan Terlibat Oknum Dalam Destribusi BBM Subsidi

Kamis, 30 April 2026, April 30, 2026 WIB Last Updated 2026-04-30T11:42:36Z

Peyampaian orasi 


Lubuklinggau, perjuangankita.com - Isu dugaan permainan dan kebocoran distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di lingkungan Pertamina Lubuklinggau kembali mencuat.


Puluhan massa dari Forum Peduli Pengawas Energi Daerah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara (FPPE MLM) menggelar aksi di depan Depo Pertamina Patra Niaga Lubuklinggau, Kamis (30/4/2026). Aksi ini menyoroti dugaan keterlibatan oknum dalam rantai distribusi BBM subsidi.

Massa menilai penggerebekan gudang BBM di Musi Rawas oleh Polda Sumatera Selatan belum menyentuh akar persoalan, yakni dugaan adanya praktik permainan di internal distribusi.

Koordinator Aksi Faisal menegaskan kebocoran BBM subsidi tidak mungkin terjadi tanpa celah atau keterlibatan pihak tertentu.

“Distribusi BBM tidak mungkin berjalan liar tanpa pembiaran atau dugaan keterlibatan oknum. Ini yang harus diusut tuntas,” ujarnya.

Dalam orasi lainnya, Koordinator Lapangan Nasrudin menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan yang membuka ruang bagi praktik penyimpangan.

“Kalau pengawasan berjalan ketat dan transparan, tidak akan ada ruang bagi permainan BBM. Ini menunjukkan ada sistem yang longgar atau sengaja dilonggarkan,” tegasnya.

Sementara itu, Angga menyoroti dampak langsung yang dirasakan masyarakat akibat dugaan permainan BBM subsidi.

“Yang dirugikan itu masyarakat kecil. BBM subsidi yang seharusnya mudah diakses justru langka, sementara diduga ada pihak yang mengambil keuntungan,” katanya.

Rudi dalam orasinya menekankan pentingnya penindakan tegas tanpa tebang pilih terhadap pihak yang terlibat.

“Jangan hanya sopir atau pelaku lapangan yang ditindak. Jika ada oknum di dalam yang bermain, harus diungkap dan diproses hukum,” ujarnya.

Massa juga menilai, pengungkapan puluhan ton BBM ilegal oleh aparat justru menguatkan indikasi adanya masalah serius dalam sistem pengawasan distribusi.

FPPE MLM mendesak audit menyeluruh serta pembersihan internal di tubuh Pertamina Patra Niaga Lubuklinggau. Mereka juga menuntut keterbukaan data distribusi BBM subsidi serta penindakan terhadap aktor intelektual di balik dugaan mafia BBM.

Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan aparat kepolisian dan TNI. Perwakilan massa akhirnya diterima oleh Manager Fuel Terminal Lubuklinggau PT Pertamina Patra Niaga, Wawan Prabawa.

Massa berharap, dugaan permainan BBM oleh oknum ini dapat diusut secara transparan agar distribusi BBM subsidi kembali tepat sasaran dan tidak lagi disalahgunakan.(Tim)
Komentar

Tampilkan

  • Puluhan Massa Mengeruduk Kantor Depo Partamina Menyoroti Dugaan Terlibat Oknum Dalam Destribusi BBM Subsidi
  • 0

Terkini

Topik Populer