![]() |
| Foto bersama setelah mendengarkan tausiah dari ustadz Rajik |
Musi Rawas, perjuangankita.com - Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Badan Pengurus Masjid Ar-Rahman Desa Petunang, Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Musi Rawas (Mura) menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Qur'an 1447 H.
Kegiatan dilaksanakan di Masjid Ar-Rahman Desa Petunang, Selasa (10/3/2026) ba'da Isya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Petunang, Sakudri beserta perangkat, Sekretaris BPD Desa Petunang, Biis Nillah, Ketua Badan Pengurus Masjid Ar-Rahman, Hasan Basri beserta kepengurusan, masyarakat dan jama'ah Masjid Ar-Rahman.
Kepala Desa Petunang, Sakudri dalam sambutannya pada momentum Nuzulul Qur'an 1447 H mengajak semua elemen untuk mempererat silaturahmi, memupuk kebersamaan, dan memperkokoh persatuan.
“Peringatan Nuzulul Quran mengingatkan kita pada malam agung diturunkannya Al Quran, sebagai cahaya penerang, pedoman dalam hidup beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Lebih lanjut, Ia mengatakan kebersamaan dan persatuan akan melahirkan kekuatan dan solusi bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara.
“Dengan semangat kebersamaan dan persatuan, kita akan mampu mengatasi berbagai tantangan berat saat ini, seperti efisiensi, globalisasi, digitalisasi, situasi geopolitik global, dan lainnya,” imbuhnya.
Dikesempatan yang sama, Ketua Badan Pengurus Masjid Ar-Rahman, Hasan Basri mengatakan peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum penting untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan ajaran Al-Quran tidak hanya dibaca dan dihayati, tetapi juga harus benar-benar diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
"Peringatan Nuzulul Qur'an yang diselenggarakan pada malam hari ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghidupkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Sementara, Penceramah Ustadz Raji Ibnu Latif dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang menandai awal turunnya wahyu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW. Malam ini terjadi pada bulan Ramadan, sehingga dianggap memiliki keutamaan besar bagi umat Muslim di seluruh dunia.
"Malam Nuzulul Quran menjadi pengingat akan pentingnya Al-Qur'an sebagai pedoman hidup. Kitab suci ini berisi ajaran agama dan petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, memahami dan mengamalkan isi Al-Qur'an menjadi inti dari peringatan Nuzulul Quran di pertengahan puasa," katanya.
Dijelaskannya, Nuzulul Quran berasal dari kata "Nuzul" yang berarti menurunkan sesuatu dari tempat tinggi ke tempat rendah, dan "Quran" yang merujuk pada kitab suci umat Muslim. Oleh karena itu, Nuzulul Quran dapat diartikan sebagai peristiwa turunnya Al-Qur'an dari Lauhul Mahfuz ke bumi. Al-Qur'an diturunkan sebagai mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW dan menjadi pedoman utama bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan.
Kitab suci ini, lanjutnya, dijamin keasliannya hingga akhir zaman, berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, serta penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil. Dengan memahami makna Nuzulul Quran, umat Islam diharapkan dapat lebih menghargai Al-Qur'an sebagai sumber ajaran dan pedoman hidup.
"Dengan demikian, Nuzulul Quran bukan sekadar peringatan sejarah, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen terhadap ajaran Islam dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur'an," tegasnya.(Rn)
